KETIKA dia memasuki Klungkung, kota itu masih diselimuti embun pagi.
Kesunyian pagi dipecah oleh derap kaki kuda yang ditungganginya.
Sesampainya di depan pura besar yang terletak di persimpangan jalan seharusnya dia membelok ke kiri. Tapi karena hari masih terlalu pagi diputuskannya untuk menghangati perutnya dengan secangkir kopi lebih dulu di kedai yang terletak tak berapa jauh dari persimpangan itu.
Download