PENDEKAR 212 WIRO SABLENG memandang berkeliling dengan heran.
Betulkan ikat kepala kain putihnya lalu menggaruk rambut.
“Aneh..Setahuku setiap hari Ahad pasar ini selalu ramai oleh penjual dan pembeli. Tapi kali ini jangankan manusia, jangankan orang yang berjualan dan mereka yang mau membeli. Nyamuk dan lalatpun tidak kelihatan ! Apa yang terjadi..Perutku sudah lapar, aku membayangkan akan makan ketan bakar di sudut sana. Nyatanya pasar ini sudah berubah jadi kentut ! Eh, kentutpun masih ada bunyi-bunyi dan baunya !
Tapi di sini tak ada bunyi. Sepi ! Tak ada bau !”
Download