DIAPIT dan dipegang dua Satria Pocong, nenek kurus itu melangkah menuju rumah tua beratap ijuk hitam berbentuk tanduk kerbau. Rambut kelabu awut-awutan, tubuh terbungkuk, wajah pucat keriput menunjukkan rasa takut. Sebuah lampion kain putih menyala suram di bawah atap rumah, bergoyang ditiup angin malam. Cahaya redup lampion ini tidak dapat menerangi seantero halaman rumah di mana menebar gundukan-gundukan batu. Malah bayangan cahaya menimbulkan ujud-ujud besar aneh menyeramkan di belakang bebatuan.
Download