Danangmike's Blog: Wiro Sableng - Si Pengumpul Bangkai

25 December 2010

Wiro Sableng - Si Pengumpul Bangkai

Delapan ratus tahun sebelum Peristiwa Malam Jahanam di Mataram, di Satu Bukit di tengah Hutan Lasesatbuntu.
Hujan Turun begitu deras ditingkahi deru angin yang bertiup kencang. Sesekali terlihat kilasan petir menggelegar sabung-menyabung menyambar pucuk-pucuk pepohonan. Udara malam yang gelap pekat sesaat tampak terang oleh cahaya petir yang bergeredepan. Di tengah guyuran hujan deras dan angin yang menderu kencang di atas bukit kecil tersebut tampak seorang lelaki sedang bersemadi. Hujan deras dan angin kencang yang menerpa kulit tubuh dan wajahnya tidak dirasakannya sama sekali, Sang lelaki tampak hening tenggelam dalam semadinya. Rambut, kumis dan cambang yang tumbuh serabutan tak terpelihara menunjukkan dirinya sudah lama bersemedi di tempat tersebut. Tak ada sesuatu yang luar biasa dari diri lelaki tersebut terkecuali caranya bersemadi. Tubuhnya yang tidak ditutupi sehelai benangpun bersemadi dalam posisi sungsang ! Kedua kakinya bersila menghadap ke atas sementara kedua tangannya bersidekap di atas kepala. Lelaki tersebut bersemadi dengan hanya bertumpu pada lehernya !. Untuk menjaga keseimbangan tubuhnya yang tertekuk sedemikian rupa dada dan perutnya yang hanya berupa kulit pembungkus tulang disandarkan pada satu-satunya batang pohon beringin yang tumbuh di puncak bukit tersebut. Kembali kilat menyambar di langit hutan Lasesatbuntu, saat cahaya yang hanya sekejapan mata itu menerangi seantero bukit, satu pemandangan yang menggidikkan di depan mata terhampar ! Bukit kecil yang ada di tengah hutan Lasesatbuntu tempat di mana sang pria aneh tengah bersemadi ternyata bukan terdiri dari tanah atau pasir batu semacamnya, gundukan bukit kecil dengan pohon beringin tunggal di puncaknya tersebut ternyata merupakan satu bukit kecil yang terbuat dari satu timbunan besar bangkai atau mayat manusia ! Satu keanehan lagi yang terjadi adalah seluruh bangkai yang jika ditaksir berjumlah ribuan tersebut tak satupun yang mengalami proses pembusukan. Tak ada bau busuk maupun anyir darah yang keluar dari tubuh mayat-mayat tersebut ! Sebagai gantinya dari tubuh-tubuh malang tak terkubur tersebut keluar hawa berwarna lembayung yang bergerak meliuk-liuk bagaikan asap, Asap lembayung dari ribuan mayat tersebut bergerak dan berkumpul menjadi satu lalu masuk ke dalam lubang hidung, mulut, telinga dan seluruh pori-pori tubuh sang pria yang sedang bersemadi ! Sementara tak jauh dari kawasan bukit bangkai, di antara pepohonan raksasa yang tumbuh memenuhi kawasan hutan Lasesatbuntu, terlihat berkelebat satu bayangan dari satu makhluk tinggi besar berbulu. Makhluk ini memiliki kedua tangan yang lebih panjang dari kedua kakinya, kedua kaki dan tangan yang memiliki jari-jari panjang terlihat lincah menyambar dahan dan tangkai pepohonan.
Download